Insa syarif
Selasa, 28 Februari 2023
Jumat, 22 Januari 2021
PERNIKAHAN
Pernikahan
Oleh : Insa syarif
Cinta itu laksana lembah yang dalam, nan misteri. Begitulah pernikahan.
Pernikahan adalah moment yang sakral. Dimana seorang wanita dan pria berhadapan dengan tanggung jawab yang mengganda.
Bagi seorang pria, tanggung jawabnya semakin mengganda, ia harus bertanggung jawab atas setiap jengkal langkah anggota keluarganya . Dunianya, kini sudah bukan lagi perkara hobi, tapi anak dan istri yang harus di prioritaskan.
Dan perempuan, kini menjadi tangan kedua yang menjamah. Sebagai pemegang amanah harta dan keluarganya, saat sang suami berjibaku mencari nafkah.
Sang perempuan jua sebagai pundak bersandar ketika sedang berduka. Maka, pernikahan bukan lagi tentang aku dan aku , kamu dan kamu . Namun , sudah selayaknya pernikahan menjadi ladang saling mengulurkan tangan bagi setiap pasangan.
Karena kehidupan setelah menikah, kini dunianya sudah mengganda , bukan lagi menjadi milik pribadi namun milik diri sendiri dan keluarga.
Selasa, 28 April 2020
Jangan jadi mental pengemis
Oleh : Insa syarif
Jangan jadi mental pengemis dengan segala situasi yang ada,.
Saat kita mampu, jangan sesekali pura-pura kalo kita gak mampu, Pura-pura gak mampu biar bisa dapetin gratisan. Biar bisa dapetin bantuan. Please smart of thinking! Kalo banyak orang yang mampu selalu bilang enggak mampu, selalu pura-pura miskin. Terus orang yang enggak mampu apa kabar? Kejamin semuanya sudah terpenuhi haknya? Tidak bukan? Kalo seandainya orang yang mampu, terus berbondong-bondong menanti uluran tangan dari pemerintah, dapat dipastikan orang yang gak mampu tidak menerima apa-apa yang sudah menjadi haknya. Terutama, ditengah polemik covid - 19 yang ada. Dengan adanya pemberitahuan mengenai adanya bantuan pemerintah yang diberikan kepada setiap warga yang tidak mampu, dengan beberapa rincian-rincian syarat-syarat tertentu yang dikategorikan sebagai masyarakat tidak mampu.
Bukan hal munafik, jika semua orang berbondong-bondong menginginkannya. Berbondong-bondong menanti dan mengatakan " Saya ini tidak mampu" dengan penjelasan ini itu tetap saja kekeh dan bilang " Kok yang dikasih yang itu doang? Kenapa gak semuanya di kasih? Kok pemerintah gak adil sih? "
Oke, berbicara mengenai kata adil. Adil gak selalu dipukul sama rata. Tapi melihat bagaimana tingkat kebutuhan kita juga. Mulai dari sekarang, dari diri kita. Belajar untuk menghargai diri sendiri. Jangan terus bilang kalo kita enggak mampu, padahal sebenernya kita mampu. Takut allah ngedenger dan ahirnya ucapan itu jadi doa buat kita. Dan akhirnya, kita dikasih rezeki cuma segitu.
Ingat, ada jutaan nyawa bahkan lebih yang harus di fikirkan, yang harus diperhatikan, yang harus menjadi tolak ukur dari kita untuk bersyukur. SEANDAINYA, semua orang mampu berbondong-bondong hanya menanti uluran tangan. SANGGUPKAH mendengar angka kelaparan yang semakin meningkat? Sanggupkan meningkat angka kematian karena kelaparan semakin menyebar ? Sanggupkah mendengar para balita sakit karena kekurangan gizi? Sanggupkah mendengar anak minum air taji karena ibu tidak sanggup membelikan susu untuknya?
Hakikatnya, manusia diberi akal untuk berfikir, diberi hati untuk merasakan. Merasakan hal-hal apa yang tidak kita rasakan, namun dirasakan oleh orang lain. Kita menahan lapar, hanya pada waktu puasa, selebihnya kita masih bisa merasakan nikmat yang tiada terhingga. Jangan jadikan situasi sebagai selimut sumber rezeki. Dengan berpura-pura menjadi relawan dalam penanganan, padahal sudah jauh-jauh hari difikifkan bagaimana upaya yang didapatkan.
Atau mungkin ada yang sampai tega merekayasa data, yang dari data orang - orang yang seharusnya menerima haknya, namun digantikan dengan data-data keluarga.
Sahabat, kemiskinan bukanlah hal untuk di politisir dan dieksploitasi. Adanya suatu kemiskinan adalah sumber amal. Kemiskinan adalah cara tuhan menguji bagaimana keimanan dan kepedulian kita.
Mari mulai dari diri kita, berperilaku jujur, untuk menyelamatkan berjuta-juta nyawa yang memang sudah seharusnya menerima hak nya. Sudah bukan lagi zamannya gak merata karena adanya ikatan keluarga.
Sabtu, 25 April 2020
HIJRAH
Hijrah dalam bahasa Arab yang artinya berpindah . Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Lalu,apa pendapatmu mengenai kata "HIJRAH"?
Hijrah yang saat ini sudah menjadi kata yang familiar di dengar. Kata yang sudah tidak asing untuk di ucapkan . Kata yang selalu di ucapkan kepada siapa-siapa yang merubah dirinya.
Lalu,apa sejatinya HIJRAH ?
Hijrah bukanlah tentang seorang yang berubah lalu menjadi malaikat.
Yang mudah menjudge saat ia melihat keburukan di matanya.
Namun,hijrah adalah tentang seorang hamba yang ingin taat.
Dan tolak ukur HIJRAH bukan hanya diliat dari FOTO . Foto yang semula terbuka mendadak tertutup islami.
Hijrah juga tidak dapat disimpulkan dari sebuah tulisan tausiyah keagamaan. Dan bukan pula tentang upload foto atau kata-kata bijak.
Hijrah tidak semudah merubah foto profil ,hijrah tidak semudah merangkai kata-kata bijak.
Hijrah adalah tentang bagaimana merangkak,berjalan lalu akhirnya berlari mencari ridhanya.
Bukan tentang siapa cepat,namun seberapa kuat ia bertahan dalam keistiqamahan.
Mari bermuhasabah😊
Rabu, 22 April 2020
Bulan penuh maghfiroh
Karya : Insa syarif
Selamat datang bulan Ramadhan. Tidak terasa tibalah masanya, penantian atas satu tahun yang amat singkat membawaku pada keindahan bulan Ramadhan. Bulan yang penuh maghfiroh.
Rasanya baru kemaren bertemu dengan bulan Ramadhan, menyaksikan keramaian disetiap heningnya malam, mendengar lantunan ayat suci al-qur'an yang membuat malam begitu Indah. Masjid-masjid ramai. tua, muda, bahkan anak-anak memenuhi isi masjid untuk melaksanakan sholat tarawih. Membuat perencanaan buka bersama dengan orang - orang tercinta untuk menjaga silaturahmi yang sudah lama tak kunjung bersua, karena kesibukan yang berbeda. Saat sahur tiba jalan selalu tampak dengan keramaian adanya para pemuda yang membangunkan warga dengan bunyi kentongan yang khas, banyak komunitas-komunitas kemanusiaan yang mengadakan sahur on the road, untuk berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.
Namun, sesak benar terasa di tahun ini. Ramadhan tahun ini benar-benar berbeda. Perencanaan yang sudah menjadi perencanaan dari bulan-bulan sebelumnya, mau tak mau harus dibatalkan. Pasar-pasar yang selalu menggunggah selera saat siang tiba, kini tampak sepi tidak seperti biasanya. Desak-desakan berbelanja untuk menyiapkan menu buka puasa, kini tidak lagi dapat dirasakan. Kaki-kaki yang selalu semangat bergegas melaksanakan tarawih di masjid, gelak tawa anak-anak kecil yang sudah biasa mengecoh keramaian di masjid, sudah tak lagi dapat terdengar. Namun, semangat membara tidak akan melunturkan setiap muslim dalam menyambutnya. Ketenangan dan kenyamanan saat melakukan ibadah sudah lebih dari cukup untuk dirajut bersama untuk menikmati Ramadhan tahun ini. Sekalipun Ramadhan kali ini berbeda, ada yang bisa buka bersama bareng keluarga dan ada juga yang sendiri.
Ramadhan tahun ini, memberikan kita banyak waktu untuk terus bertafakur diri, karena kebiasaan ramadhan sebelumnya masih bisa dilakukan . Yang membedakan hanya situasi yang harus tetap di rumah. Sebab itu kita harus benar-benar bersyukur, berhenti untuk insecure karena kita masih dipertemukan dengan bulan yang penuh kemagfirohan.
Sabtu, 11 April 2020
Teori Perbedaan
Banyak sudut untuk menilai
Banyak jemari harus menguntai
Banyak kosa kata untuk dirangkai
Banyak perspektif selalu menerka
Menjadi hakim bagi siapa saja
Atas salah satu dua bahkan tiga
Lupa bagaimana salah yang ada pada dirinya
Fokus pada salah mata yang di tujunya
Memicingkan mata dari setiap jiwa yang terasa berbeda
Berpura-pura tuli dari jiwa yang merengek meminta ada
Bersikap acuh seolah bukan pada saya
Berseok-seok jalan manusia
Menuntut sama tapi nyata tetap berbeda
Bermimipi menjadi si melankolis
Tetap saja takdirnya menjadi sanguinis
Usaha manusia tetap berbeda
Tujuan tetap sama
Menghadap pada keharibaan sang maha kuasa
Yang selalu menjadi tempat pelabuhan Cinta
Dari segala bentuk Cinta yang ada
Perbedaan mengajarkan penghargaan
Bukan sengketa yang harus selalu diperdebatkan
Justru ajang dari bergulirnya pengetahuan
Dari setiap datangnya pemikiran-pemikiran
Cikeusal, 11 April 2020
Kamis, 09 April 2020
Lekas membaik pertiwi
Dan semuanya memang selalu dikaitkan dengan ulah manusia
Dan pabrik-pabrik kimia yang ada dimana-mana
Yang menjadi mata pencaharian utama bagi kami para rakyat biasa
Kenapa tidak memilih jadi pengusaha saja kenapa harus memilih bekerja kenapa untuk tidak memilih menggaji karyawan saja
Semua orang ingin sangat ingin bisa ongkang-ongkang kaki di rumah
Menanti setoran dari para bawahan-bawahan
Namun tuntutan yang tidak memungkinkan
Kita sama
Sama-sama manusia
Membutuhkan asupan setiap harinya
Namun jalan kita berbeda
Tidak semua kehendak kita mampu diterima
Tidak semua manusia terlahir dari keluarga berada
Sebabnya ia harus rela menaruhkan hari-harinya menjadi bawahan china korea
Kehilangan waktu bersama keluarga dan anak-anak tercinta
Semua dilakukan untuk masa depan anak-anaknya
Jalanku jalanmu sungguh berbeda
Kamu memilih kanan dan aku memilih kiri
Jadi tak perlu merendahkan orang lain
Lalu dengan bangga membanggakan diri
Esok kita tidak tau
Bagaimana roda kehidupan berputar
Bumiku dia hanya sedang ingin menyadarkan
Bukan justru menyalahkan
7 april 2020

